Ada Apa di Balik Valentine’s Day

Tanggal 14 Februari seakan-akan menjadi hari yang khusus bagi 
manusia secara umum dan kaummuslimin dan muslimah pada 
khususnya. Adanya pengaruh dari berbagai media dan lingkungan,
para pemuda dan pemudi sibuk ikut-ikutan merayakan hari 
tersebut yang mereka sebut dengan
“Hari kasih sayang”, ada yang sibuk membikin coklat, kue, mengirimkan
kartu untuk mengungkapkan rasa cinta kepada lelaki atau wanita pujaan
hatinya…Na’udzubillah min dzalik…Hanya kepada Allah kita memohon
agar dijauhkan dari perbuatan tersebut.
Mudah-mudahan tidak ada salahnya saya tulis tentang asal usul adanya hari Valentine tersebut,
agar kita lebih berhati-hati dan tidak segan-segan untuk meninggalkan hari raya tersebut.
 
Definisi Valentine’s Day
Ada beberapa definisi untuk menjelaskan hari Valentine ini, diantaranya :
 
Pertama : 
                    A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gift. It is
 ovserved on February 14 ,the date on which Saint Valentine was matyred. [lihat The Encyclopedia
 Americana, volume XXVII, Hal 860]. “ Sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta
secara tradisi saling mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada
tanggal 14 Februari, suatu hari dimana St. Valentine martir”.
 
Kedua :
                    The date on the modern celebration, February 14, is believed to derive in the execution
of a Christian martyr, St. Valentine, on February 14, 270. [lihat The Encyclopedia Americana,
volume XIII, Hal 464]. “Tanggal 14 Februari adalah perayaan modern yang diyakini berasal dari
hari dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M”.
 
Ketiga :
                    Valentine, St. priest and physician of Rome who suffered martydorn probably during
the persecution under Claudius II in 269. his feast is on 14 February. The custom of sending
valentine probably had its origin in a heathen practice connected with the worship of Juno
Februalis at the Lupercalia(*)  or perhaps in the mediaval belief the birds commenced to mate
onf 14 february. [lihat Everyman’s Encyclopedia, volume XII, hal 388]. “St. Valentine adalah
seorang pendeta dan tabib dari Roma yang dianggap martir sewaktu kaisar Claudius II pada tahun
269 . Peringatan tersebut  Pada tanggal 14 februari. Kebiasaan dengan mengirim valentine-valentine
berasal dari upacara penyembahan perhala yang dikaitkan dengan perinadatan Juno Februarlis
di goa Lupercal, atau “bisa jadi” pendapat bahwa burung-burung kawin pada tanggal 14 februari”.
 
(*) Lupercalia merupakan upacara keagamaan [ritual] yang dilakukan oleh orang-orang Romawi
kuno, yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyembah dewa Lupercus yang mereka anggap
sebagai dewa kesuburan, dewa padang rumput dan pelindung ternak. Sebagai suatu upacara
kesuburan, Lupercalia juga dihubungkan dengan penghormatan dan penyembahan kepada dewa
Faunus sebagai dewa alam dan pemberi wahyu. Upacara tersebut dipimpin dan diawasi oleh
suatu badan keagamaan yang disebut Luperci dan para pendrtanya disebut Luperci.
 Setiap upacara Lupercalia dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor
anjing yang dipimpin oleh para Luperci. Upacara tersebut dilaksanakan di dalam
gua bernama Lupercal di bukit Palatine di kota Roma. Setelah itu dua orang Luperci [dalam sumber 
lain dua orang pemuda] dibawa ke sebuah altar, kemudian sebuah 
pisau yang berlumuran darah disentuhkan pada kening mereka dan 
darah itu diseka dengan kain wool yang telah dicelupkan ke dalam 
susu. Setelah itu dua orangtersebut diharuskan tertawa.                                           
Kemudian para Luperci memotong kulit kambing yang dikorbankan dan dijadikan cambuk.
Kemudian mereka berlari dalam dua gerombolan mengelilingi bukit Palatine dan tembok-tembok
kuno di Palatine, mencambuki setiap wanita baik yang mengikuti upacara maupun yang mereka
temui di jalanan. Para wanita yang menerima cambukan malah bergembira, karena menurut mereka
cambukan itu dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburannya.
Upacara tersebut berlangsung sampai pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung
[280-337 M]. Kaisar Romawi ini adalah kaisar pertama pemeluk agama nashrani. Lewat
masuknya agama nashrani itu dan berbagai jalan yang ditempuhnya, dia memegang peranan
penting dalam hal merubah agama yang dikejar-kejar dan diancam sebelumnya menjadi agama
yang dominant [bersifat nasional]. Pengaruh agama nashrani semakin meluas di kerajaan Romawi
dan Dewan gereja memegang peranan penting di bidang politik. Pada tahun 494 M Dewan Dereja
di bawah pimpina Paus Gelasius I merubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan
purifikasi [baca pemurnian/pembersiahn diri]. Dan pada tahun 496 M, Paus Gelastius I mengubah
tanggal perayaan purifikasi yang berasal dari upacara ritual Lupercalia dan tanggal 15 februari
menjadi tanggal 14 februari.
 Kempat :
                        The St. Valentine who is spoken of as the apostle of Rhaetia, and venerated in
passau as its first bishop. [lihat Encyclopedia Briatannica, volume XIV, HAL. 949]. “St.
Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau
sebagai uskup yang pertama”.
 Kesimpulan dari keempat definisi di atas adalah Valentine’s day dirayakan untuk menghormati
 dan mengkultuskan st. Valentine yang dianggap martir yang mati dibunuh pada tanggal
14 Februari 269 M [sumber lain menyebutkan 270 M] dan juga dianggap sebagai seorang
 utusan dan uskup yang dimuliakan. Pengambilan istilah itu juga dikaitkan dengan Lupercalia,
upacara keagamaan orang Romawi Kuno dan juga bahwa burung-burung kawin pada tanggal tersebut.
 
Sedangkan martir artinya orang yang dianggap mati sebagai pahlawan karena mempertahankan
kepercayaan agamanya. Dari keterangan di atas kita tahu bahwa agama yang dipertahankannya…
bagaimana kita bisa turut serta pada hari yang ditetapkan untuk menghormati orang yang
mempertahankan agama yang bukan islam [ini bukan berarti kita diperbolehkan untuk menetapkan
hari khusus untuk kematian orang-orang yang mempertahankan agama islam].
 
Bila dikaitkan dengan upacara Lupercalia, maka ini sangat jauh dari syari’at islam, karena penuh
dengan kesyirikan yang merusak tauhid. Lihatlah bagaimana upacara tersebut dilaksanakan untuk
menyembah dewa-dewa, padahal tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Belum lagi keyakinan bathil tentang pengaruh cambukan yang dapat menyebabkan atau
mengembalikan kesuburan, sedangkan kita tahu yang mampu memberi kesuburan hanyalah
Allah, sepeti dalam firman-Nya : “Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan
perempuan [kepada siapa] yang dihendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang
Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”.
 [QS. Asy-Syuura : 50].
 Tidak ada pilihan lagi bagi kita kacuali harus meninggalkan dan menjauhi perayaan hari Valentine.
 Apakah kita hendak turut serta pada acara yang ditetapkan oleh Nashrani untuk mengkultuskan
sebagai martir..?? padahal kita tahu orang-orang Nashrani tidak akan senang pada kita sampai
kita mengikuti agama mereka [murtad]. Maka senanglah mereka apabila kita umat islam ikut
serta dalam perayaan hari Valentine, sedangkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut”.
 [HR. Abu Dawud], Apakah kita akan mendukung pula upacara Lupercalia yang
penuh dengan kesyirikan dan kemaksiatan..??? Apakah kita sebagai umat Rasulullah
akan menyelisih beliau..??? 
 Cukuplah bagi kita dengan apa yang telah diturunkan Allah dan yang diajarkan
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, karena kasih sayang diantara
sesama muslim jauh lebih indah sebagaimana dalam sabda Nabi shalallahu ‘alaihi
wa sallam : “Perumpamaan seorang mukmin di dalam saling mencintai, mengasihi dan
saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggota tubuhnya
menderita sakit, maka seluruh jasad ikut merasakannya”. HR. Bukhari dan Muslim].
Kita slalu berharap agar terus diberikan hidayah taufik oleh Allah untuk menjalankan
amalan sesuai syari’at. Aamin.. 
 Allahu A’lam
Materi referensi     : 
Riyadush Shalihin_edisi Indonesia_karya Imam Nawawi jilid I
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: