Catatan Manis Untuk Para Pengantin

Pada hari ini Allah Tabaraka wa Ta’ala satukan dua insan yang berbeda…pada hari ini Dia padukan dua hati…pada hari ini Dia padukan dua insan yang dulu berjauhan…pada hari ini pula Allah halalkan hubungan seorang muslimah dengan seorang muslim dengan jalan dan cara yang syari sesuai Al-quran dan sunnah.

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu di kala suka, dan memberkahimu di kala duka, serta menyatukan kamu berdua dalam kebaikan”.

Sungguh di antara hal-hal yang menggembirakan, kita lihat sekarang ini para pemuda muslim berhasrat kuat untuk menikah, meskipun banyak kesulitan yang mereka hadapi dan begitu besar biaya yang mereka tanggung. Hal itu tidak lain semata-mata karena keinginan mereka unutk mencari jalan yang halal, dan benar-benar untuk menjaga kesucian diri mereka, serta demi mewujudkan cita-cita membangun keluarga muslim yang shaleh dan shalehah yang akan menjadi salah satu bagian terpenting dalam membangun masyarakat, bahkan umat islam seluruhnya.

Pernikahan merupakan ibadah yang mempunyai pahala yang sangat besar, namun kenyataan yang ada banyak di antara para laki-laki atau wanita enggan untuk melaksakan ibadah yang satu ini, sebagian ada yang beralasan karena study, masih pikit-pikir, takut tidak bisa memberi nafkah . Bahkan ada yang mengatakan : “mengurus diri sendiri sendiri aja repot, apalagi ngurusin istri sama anak”. Padahal pernikahan adalah sebuah perintah dari Sang Pencipta, penjelasannya sebagai berikut :

Pertama : Pernikahan merupakan petunjuk para Nabi dan Rasul. Ada sebuah riwayat yang menceritakan “Tiga orang yang menanyakan tentang ibadah Rasulullah kepada istri-istri beliau. Setelah tiga orang ini mendengarnya, mereka beranggapan bahwa ibadah Rasulullha terlalu ringan sehingga mereka mengatakan : “ Adapun aku akan puasa dan tidak akan berbuka“ yang satunya berkata “Aku akan shalat malam dan tidak akan tidur” dan yang satunya lagi berkata “Aku tidak akan menikahi wanita”. Setelah berita itu sampai pada Rasulullah, beliau bersabda : “Apakah kalian ada yang mengatakan demikian dan demikian? Demi Allah !! Sungguh aku orang yang paling takut dan paling bertaqwa kepada Allah di antara kalian. Tetapi aku berpuasa dan akupun berbuka, aku shalat dan akupun tidur, aku juga menikahi wanita. Barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk umatku”. [Muttafaq alaih].

Kedua : Pernikahan sebagai realisasi dari memenuhi panggilan Allah. Sebagaimana dalam firmanNya yang artinya : “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut [kawin] dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas [pemberianNya] lagi Maha Mengetahui.” [QS. An-Nur : 32].

Ketiga : Pernikahan adalah panggilan fitrah.

Keempat : Pernikahan merupakan salah satu nikmat Allah yang paling agung bagi hamba- hambaNya, jalan menggapai kasih sayang, langkah menuju bahagia, tanda kemapanan dan sarana untuk meraih anugrah.

Kelima : Pernikahan adalah jalan syari untuk memenuhi kebutuhan biologis dan syahwat secara halal. Allah berfirman yang artinya : “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas”. [QS. Al-Mu’minun : 5-7].

Keenam : Pernikahan sebagai perisai para pemuda dan pemudi dari fitnah dan penyimpangan, kefasikan dan kemaksiatan.

Ketujuh : Pernikahan adalah jalan mudah untuk meraih pahala dari Allah. Hal ini tercantum dalam sabda Rasulullah : “Satu dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dan satu dinar yang kamu gunakan untuk membebaskan budak, dan satu dinar yang kamu sedekahkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang kamu infakkan untuk istrimu, maka yang paling utama adalah satu dinar yang kamu infakkan untuk istrimu.” [Muttafaq alaih].

Kedelapan : Pernikahan yang sukses adalah yang dibangun di atas dasar-dasar syari yang benar

Kesembilan : Pernikahan merupakan kekuatan umat, membentuk generasi-generasi muda baru dan dapat menggentarkan musuh-musuh islam.

Kesepuluh : Pernikahan sebagai sarana perkenalan dan pertemuan di antara beberapa keluarga. Sebagaimana dalam firman Allah yang artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. [QS. Al-Hujurat : 13].

Allahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: