Kedudukan Wanita Dalam Islam

wanitsaPenulis
membahas masalah ini, karena orang-orang yang tidak senang kepada
Islam dan orang-orang bodoh menganggap bahwa Islam merendahkan
martabat wanita. Hal ini berkaitan dengan dianjurkannya wanita berada
di rumah, wajibnya mereka memakai jilbab,wajibnya mereka melayani
suami, diterimanya persaksian dua orang wanita sedangkan laki-laki
cukup seorang saja, hak waris wanita separuh dari hak laki-laki, atau
ketidak-senangan mereka hanya disebabkan Islam membolehkan
seorang laki-laki ta’addud (poligami/ beristeri lebih dari satu). Padahal
dengan dibolehkannya poligami justru mengangkat martabat wanita. 

Bagaimana pun, seorang wanita yang bersuami lebih baik daripada
wanita yang hidup sebagai perawan tua, hidup menjanda, atau
bahkan bergelimang dengan dosa lagi menghinakan diri dengan hidup
melacur. Bahkan, ada wanita yang jahat dan zhalim mengatakan kepada
suaminya, “Lebih baik engkau berzina/melacur daripada aku dimadu.
” Na’udzu billaahi min dzalik.

Sedangkan keberadaan pelacuran dan wanita tuna susila (pelacur)
justru merendahkan dan melecehkan martabat wanita, juga sebagai
bentuk penghinaan kepada wanita serta menjerumuskan mereka
ke Neraka.

Di muka bumi ini tidak ada agama yang sangat memperhatikan dan
mengangkat martabat kaum wanita selain Islam. Islam memuliakan
wanita dari sejak ia dilahirkan hingga ia meninggal dunia.

Islam benar-benar telah mengangkat harkat dan martabat kaum
wanita dan memuliakannya dengan kemuliaan yang belum pernah
dilakukan oleh agama lain. Wanita dalam Islam merupakan saudara
kembar laki-laki; sebaik-baik mereka adalah yang terbaik bagi
keluarganya. Wanita muslimah pada masa bayinya mempunyai hak
disusui, mendapatkan perhatian dan sebaik-baik pendidikan dan pada
waktu yang sama ia merupakan curahan kebahagiaan dan buah hati
bagi kedua ibu dan bapaknya serta saudara laki-lakinya.

Apabila wanita telah memasuki usia remaja, ia dimuliakan dan
dihormati. Walinya cemburu karenanya, ia meliputinya dengan penuh
perhatian, maka ia tidak rela kalau ada tangan jahil menyentuhnya,
atau rayuan-rayuan lidah busuk atau lirikan mata (pria)
mengganggunya.

Dan apabila ia menikah, maka hal itu dilaksanakan dengan
kalimatullah dan perjanjian yang kokoh. Maka ia tinggal di rumah suami
dengan pendamping setia dan kehormatan yang terpelihara, suami
berkewajiban menghargai dan berbuat baik (ihsan) kepadanya dan
tidak menyakiti fisik maupun perasaannya.

Apabila ia telah menjadi seorang ibu, maka (perintah) berbakti
kepadanya dinyatakan berbarengan dengan hak Allah, kedurhakaan
dan perlakuan buruk terhadapnya selalu diungkapkan berbarengan
dengan kesyirikan kepada Allah dan perbuatan kerusakan di
 muka bumi.

Apabila ia adalah sebagai saudara perempuan, maka dia adalah
orang yang diperintahkan kepada saudaranya untuk dijalin hubungan
silaturrahim, dimuliakan dan dilindungi.

Apabila ia sebagai bibi, maka kedudukannya sederajat dengan ibu
kandung di dalammendapatkan perlakuan baik silaturrahim.

Apabila ia sebagai nenek atau lanjut usianya, maka kedudukan
dan nilainya bertambah tinggi di mata anak-anak, cucu-cucunya dan
seluruh kerabat dekatnya. Maka permintaannya hampir tidak pernah
ditolak dan pendapatnya tidak diremehkan.

Apabila ia jauh dari orang lain, jauh dari kerabat atau
pendampingnya maka dia memiliki hak-hak Islam yang umum, seperti
menahan diri dari perbuatan buruk terhadapnya, menahan pandangan
mata darinya dan lain-lain.

Masyarakat Islam masih tetap memelihara hak-hak tersebut dengan
sebaik-baiknya sehingga wanita benar-benar memiliki nilai dan kedudukan
yang tidak akan ditemukan di dalam masyarakat non muslim.

Lebih dari itu, wanita di dalam Islam memiliki hak kepemilikan,
penyewaan, jual beli, dan segala bentuk transaksi, dan juga
mempunyai hak untuk belajar dan mengajar selagi tidak bertentangan
dengan. Bahkan di antara ilmu syar’i itu ada yang bersifat fardhu ‘ain
-berdosa bila diabaikan- baik oleh laki-laki
atau pun wanita.

Dia juga memiliki hak-hak yang sama dengan kaum laki-laki, kecuali
beberapa hak dan hukum yang memang khusus bagi kaum wanita,
atau beberapa hak dan hukum yang khusus bagi kaum laki-laki yang
layak bagi masing-masing jenis sebagaimana dijelaskan secara rinci
di dalam bahasan-bahasannya.

Di antara penghargaan Islam kepada wanita adalah 
bahwasanya Islam memerintahkan kepadanya hal-hal  yang
dapatmemelihara, menjaga kehormatannya dan melindunginya dari
lisan-lisan murahan, mata pengkhianat dan tangantangan jahat. Maka
dari itu, Islam memerintahkan kepadanya berhijab dan menutup aurat,
menghindari perbuatan tabarruj (berhias diri untuk umum), menjauh
dari perbauran dengan laki-laki yang bukan mahramnya dan dari setiap
hal yang dapat menyeret kepada fitnah.

Termasuk penghargaan Islam kepada wanita adalah bahwasanya
Islam memerintahkan kepada suami agar menafkahinya,
mempergaulinya dengan baik, menghindari perbuatan zhalim dan
tindakan menyakiti fisik atau perasaannya.

Bahkan termasuk dari keindahan ajaran Islam bahwasanya Islam
memperbolehkanbagi kedua suami-isteri untuk berpisah (bercerai)
bila tidak ada kesepakatan dan tidak dapat hidup bahagia bersamanya.
Maka, suami boleh menceraikannya setelah gagal melakukan berbagai
upaya ishlah (damai), dan di saat kehidupan keduanya menjadi
bagaikan api Neraka yang tidak dapat dipertahankan.

Dan Islam memperbolehkan isteri meninggalkan suaminya jika suami
melakukan penganiayaan terhadap dirinya, memperlakukannya dengan
buruk. Maka dalam keadaan seperti itu isteri boleh meninggalkannya
dengan syarat membayar ganti rugi yang disepakati bersama suami,
atau melakukan kesepakatan bersama atas hal tertentu untuk
kemudian isteri bisa meninggalkannya.

Termasuk penghargaan Islam kepada wanita adalah bahwasanya
laki-laki diperbolehkan berpoligami, yaitu nikah lebih dari satu isteri.
Laki-laki boleh menikah dengan dua, tiga atau empat isteri dan tidak
boleh lebih dari itu, dengan syarat berlaku adil dalam memberikan
nafkah sandang, pangan, dan tempat tinggal di antara mereka; dan
kalau suami cukup menikah dengan satu isteri saja, maka itu
adalah haknya.

Itu semua, sesungguhnya berpoligami itu mempunyai hikmah yang
sangat besar dan banyak maslahatnya yang tidak diketahui oleh
orang-orang yang menjelek-jelekkan Islam, sementara mereka bodoh
tidak mengerti hikmah di balik pensyari’atan ajaran-ajarannya.


[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah,
Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa
Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]
__________
Foote Note
[1]. Dinukil dari ath-Thariiq ilal Islaam oleh Muhammad bin Ibrahim
al-Hamd, cet. I/Darul Wathan.

2 Responses

  1. baca juga artikelku
    http://www.muhammadzaidan.wordpress.com
    thank’s

  2. assalamu’alaikum wr wb.
    kaifa halukum akhi, blognya isinya keren, silaturahim ke tempat ana yaa http://umatterbaik.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: