Fase Diciptakannya Manusia

Sebagai hamba Allah yang tak lepas dari segala kesalahan dan dosa,
kita harusnya bersyukur sampai sekarang ini kita masih diberi
kesempatan untuk menikmati karunia-Nya yang tak terhingga dan yang
tak akan habis walaupun kita terus memintanya.
Kita kadang tidak sadar, dikala kita senang lupa untuk bersyukur dan
dikala susah lupa juga untuk bersabar dan pasrah, begitu juga diri
penulis sendiri dan mudah-mudahan tulisan ini menjadi sarana untuk
saling mengingatkan. 
Kita sendiri juga sebagai manusia sebagian dari kita masih belum begitu
mengerti bagaimana proses diciptakannya kita (manusia), berikut sekilas
penjelasannya :
 Dalam perut sang Ibu, janin anak manusia mengalami 4 Fase:
  1.        1. Fase berupa air mani (ﻧﻄﻔﺔ)
        2. Fase berupa gumpalan darah (ﻋﻠﻘﺔ)
        3. Fase berupa gumpalan daging (ﻣﻀﻐﺔ)
                   4.  Fase ditiupkannya ruh
 Keempat fase ini disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya :
 ﻳﺎ ﺃﻳﮭﺎﺍﻠﻨﺎﺲ ﺲﺇﻦ ﻜﻨﺘﻢ ﻓﻲ ﺮﻳﺒﻰ ﻣﻦﺍﻟﺒﻌﺚ ﻓﺈﻧﺎﱠ
 ﺧﻟﻘﻧﺎ ﻜﻢ ﻣﻦ ﺗﺮﺍﺐ ﺛﻢ ﻣﻦﱡﻧﻄﻔﺔ ﺛﻢ ﻣﻦ ﻋﻠﻘﺔ ﺛﻢ ﻣﻦﻣﻀﻐﺔ ﱡﻣﺧﻠﻘﺔ ﻭﻏﻴﺮﺮ
ﺧﻠﻘﺔ ﻠﻨﺒﻴﻦ ﻠﻜﻡ ﻭﻨﻘﺮﻓﻲﺍﻷﺮﺣﺎﻡ ﻣﺎ ﻨﺸﺎﺀ ﺇﻟﻰﺃﺠﻞ ﻣﺴﻣﻰً ﺛﻡ ﻨﺧﺮﺠﻜﻡ ﺘﻔﻼً
“ Wahai sekalian manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan
(dari kubur), maka ketahuliah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu
dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian segumpal darah,
kemudian segumpal daging yang sempurna kejadiannya atau tidak
sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim
apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian
Kami keluarkan kamu sebagai bayi”. (QS. Al-Haj : 5)
 Juga disebutkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam denga
sabdanya melalui sahabat Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu :
 ﻭﻫﻭﺍﻠﺼﺎﺪ ﻕﺍﻠﻣﺼﺪﻭﻕ ﺇﻦﱠﺃﺤﺪ ﻜﻢ ﻳﺠﻣﻊ ﺨﻟﻘﮫ ﻓﻲ ﺑﻄﻦﺃﻣﮫ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻴﻮﻣﺎً ﻧﺘﻔﺔ
 ﺛﻢ ﻴﻛﻮﻦ ﻋﻟﻘﺔ ﻣﺛﻞ ﺫ ﻠﻚ ﺛﻢ ﻴﻛﻮﻦ ﻣﻀﻐﺔ ﻣﺛﻞ ﺫ ﻠﻚ ﺛﻢ ﻴﺮﺴﻞ ﺇﻠﻴﮫ ﺍﻠﻣﻠﻚ ﻓﻴﻨﻔﺦ
 ﻓﻴﮫ ﺍﻠﺮﱡﻮﺡ ﻮﻴﺆﻣﺮﺒﺄﺮﺒﻊ ﻜﻟﻤﺎﺕ ﺒﻜﺘﺐ ﺮﺰﻗﻪ ﻮﺃﺠﻟﻪ ﻮﻋﻤﻟﻪ ﻮﺷﻘﻲﱞ ﺃﻮﺳﻌﻴﺪٌ
 { ﺮﻮﺍﮦ ﺍﻠﺒﺨﺎﺮﻲ ﻮ ﻣﺴﻠﻢ }
 “Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan dalm perut ibunya
selama empatpuluh hari sebagai air mani, kemudian menjadi segumpal darah
selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula,
kemudian akan diutus kepadanya seorang malaikat yang akan meniupkan
ruh padanya, dan dia diperintahkan untuk melakukan empat perkara yaitu :
menulis rizqinya, ajalnya, amalnya serta apakah dia nanti sengsar ataukah
bahagia” {HR. Bukhari dan Muslim}

Allahu a'lam
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: