Solusi Pengganti Pacaran

Sekarang ini banyak kita lihat laki-laki dan wanita yang belum syah menjadi suami istri atau bukan halal (mahram) bergandengan tangan, bahkan juga berciuman di depan umum. Mereka berdalih bahwa mereka sedang menjalin hubungan pra nikah yang biasa disebut pacaran, bahkan sebagian dari mereka ada yang berkata : “Kami kan sudah bertunangan, jadi ga masalah dong kami berciuman..”, na’udzubillah..

Mereka tidak sadar bahwa mereka sedang diperbudak dengan hawa nafsu mereka, yang bisa membawa mereka ke dalam perzinaan. Kita semua tahu bahwa pacaran dilarang dalam agama islam, lalu bagaimana caranya agar seseorang yang akan menikah dapat mengetahui karakter seseorang yang akan dinikahinya tanpa melakukan hal-hal yang terlarang?.

Agama islam adalah agama yang sempurna dan suci yang dapat memberi jalan keluar bagi semua permasalahan umat manusia, diantaranya adalah hubungan pra nikah yang sesuai dengan ajaran islam.

Tentu persoalan ini ada dalam ajaran islam, karena menikah adalah ibadah yang sangat mulia, akan tetapi sebelum membahasnya kita ulas dulu kenapa pacaran itu dilarang dalam agama islam?.

Pacaran dilarang dalam agama islam, karena pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat, diantaranya :

  • Ikhtilat

yaitu bercampur baur antara laki-laki dam wanita yang bukan mahram, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik shaf laki-laki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir dan sejelek-jeleknya adalah shaf terdepan”. [HR. Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Dari hadits diatas kita bisa tahu dalam shalat posisi shaf kaum laki-laki lebih baik yang terdepan [menjahui shaf wanita], apalagi apabila seoarang laki-laki dan wanita yang belum halal bergandengan tangan di depan umum.

Walaupun sudah bertunangan, apakah tunangan itu sudah syah atau sudah halal baginya?

  • Khalwat

Yaitu berduannya lelaki dan wanita tanpa mahram. Hal ini sangat bertentangan dengan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika berkata kepada kalangan Anshar : “Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita. Seorang dari kalangan Anshar berkata : “Bagaimana pendapatmu dengan ipar? Maka Rasulullsh menjawab : “mereka adalah kebinasaan”. [Muttafaq alaih dari jalan sahabat ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu]. Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda :

ﻻَﻳﺤﻠﻮﻦﱠﺮﺟﻝٌﺑﺎﻣﺮﺃﺓٍﺇﻻﱠﻮﻣﻌﻬﺎ ﺩﻮﻣﺤﺮﻢٍ

“ Jangan sampai seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, kecuali didampingi dengan mahramnya”. [Muttafaq ‘alaih].

ﻻﻳﺤﻠﻮﻦﱠﺮﺟﻠﻮٌﺑﺎ ﻣﺮﺃﺓٍ ﺇﻻﱠﻜﺎﻦ ﺛﺎ ﻠﺜﻬﺎ ﺍﻠﺸﻴﻄﺎﻦُ

“Tiada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan melainkan yang ketiganya adalah syetan”. [HR. at-Tirmidzi, Ahmad dari Ibnu UMar, Jabir dan Amir bin Rabi’ah radhiyallahu ‘anhu].

  • Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :

“ Telah ditulis bagi setiap bani Adam bagiannya dari zina pasti dia melakukannya. Kedua mata zinanya memandang, kedua telinga zinanya mendengar, lidah/lisan zinanya berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakan”.

Seorang wanita juga dilarang mendayukan (melembutkan suara) di hadapan laki-laki yang tidak halal baginya, hal ini tercantum dalam firman Allah yang artinya :

“ Maka janganlah kalian [wanita] berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda, dan ucapkanlah yang ma’ruf [baik]”. [QS. Al-Ahzab:32].

Dari keterangan di atas kita bisa memahami betapa banyak mudharatnya pacaran, adapun cara yang ditunjukkan syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan Ta’aruf yaitu mencari keterangan tentang wanita tersebut dengan seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi, karakter, sifat atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi mashlahat pernikahan. Bisa pula dengan minta kepada keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantara seseorang seperti isri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut, karena ini bukan termasuk kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebut aib seseorang. Demikian pila sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya dapat menempuh cara yang sama.

Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : “Adapun Abu Jahm dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya, adapun Mu’awiyah dia adalah lelaki yang miskin dan tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid”. [HR. Muslim].

Sedangkan tahapan-tahapan hubungan pra nikah adalah :

1. Ta’aruf, keterangannya sudah dalam pembahasan dia atas

2. Nazhor yaitu melihat wanita yang hendak dilamar

3. Meminang Atau melamar, pihak lelaki dasn wanita menentukan hari pelaksanaan pernikahannya

4. Akad nikah

5. Walimah

Untuk tahapan-tahapan pra nikah butuh pembahasan khusus, penulis hanya bisa menyampaikan secara globalnya saja.

Allahu a’lam.

4 Responses

  1. assalamu’alaykum

    pacaran emang banyak negatifnya
    kan belum syah, kenapa sampe cium-ciuman segala

  2. ya, semua pernyataan yang terpapar itu adalah benar, dan apa yang hendak dilakukan seseorang bila ia udah terlampau dan sekarang lagi pacaran? Bukankah hal itu cukup tidak mudah diubah, n padahal kita mesti saling mengharagai, n mungkin ada hal yang lebih penting lagi ya, untuk diperhatikan seperti sholat dan ibadah wajib lain ya, soalnya mana tau dengan teladan kita dengan tidak pacaran bisa ada yang mengikutinya, soalnya lingkungan yang dicellupi masing2 orang berbeda, dan itu perlu kita pahami kan? dan adakah tanggapan lain dari saudara penulis, tolong beritahukan ke alamat E-mail saya ,
    Syukron,,,,,,,.

  3. wasslm,,,,,,,,,

  4. orang yang pacaran itu orang yang mau seneng2 aja tapi ga mau ambil tanggung jawab, sayang2an, seneng2, saling perhatian, tapi ga mau dengan status menikah, dg kata lain mereka orang yg Ga Mau Bertanggung Jawab
    Ada yang ga setuju??? silahkan…. hehe
    pacaran itu banyak ruginya buat perempuan
    please deh girls….. kalo ga setuju coba deh renungin pikir pake akal sehat n hati nurani yang paling dalam *jangan cuma pake perasaan*
    q bilang gini coz q juga perempuan
    buat para muslimah, jadilah wanita mandiri, jd ga perlu ngantungin diri ma cowok, kalo soal perhatian dan kasing sayang, sahabat dan keluarga apa belum cukup?
    kalo merasa belum cukup ya nikah, ambil seneng n tanggunjawabnya sekalian, SEPAKET KUMPLIT jangan pilih2 atuh…
    kalo ga bisa ya sabar dong

    btw, akhi, piku ngelink blog anta ya, makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: